/* Perbaikan bug bagian header.
   Berkas ini HANYA berisi override; aturan aslinya tetap di storefront.css
   supaya perbaikan mudah ditelusuri dan dibatalkan.
   Dimuat SETELAH storefront.css dan app-shell.css. */


/* BUG A — Isi panel dropdown meluber keluar layar pada 1300-1329px.
   Terukur: saat dropdown menu utama DIBUKA pada viewport 1300px, 8 elemen
   punya tepi kanan 1329px (29px di luar layar). Pada 1440px dan 1920px normal.

   Penyebab: baris flex di dalam panel (.l0z8Gogx) berisi dua kolom —
   sidebar 256px dan kolom isi. Anak flex secara bawaan punya min-width: auto,
   sehingga kolom isi menolak menyusut di bawah lebar min-content-nya dan
   mendorong isinya keluar panel, bukannya memampatkan diri.

   Perbaikan: izinkan anak flex menyusut. Diuji langsung di browser —
   elemen yang keluar viewport turun dari 8 menjadi 0. */
header .bVQIJlGl .l0z8Gogx > * {
  min-width: 0;
}


/* BUG B — Daftar nav utama tidak bisa menyusut.
   <ul class="ynPTdLHS"> memakai grid-auto-columns: minmax(min-content, max-content)
   sehingga lebarnya murni mengikuti isi dan mengabaikan min-width: 0 milik
   induknya (.sLDX3lNH).

   Dengan nama brand pendek ("ULTRAMAN") <ul> selebar 993px — masih muat.
   Tapi nama brand panjang membuatnya melar tak terbatas: pada brand 29 karakter
   <ul> menjadi 2103px di dalam induk 1064px, dan header rusak bahkan di 1920px.
   Karena template ini dipakai ulang dengan macam-macam nama brand, batasi di sini.

   Perbaikan: daftar nav boleh menyusut dan menggeser isinya sendiri
   (scrollbar disembunyikan), bukan mendorong lebar halaman. */
.sLDX3lNH {
  min-width: 0;
  overflow-x: auto;
  overflow-y: hidden;
  scrollbar-width: none;
  -ms-overflow-style: none;
}

.sLDX3lNH::-webkit-scrollbar {
  display: none;
}

.ynPTdLHS {
  min-width: 0;
  max-width: 100%;
}


/* ---------------------------------------------------------------------------
   POLES TAMPILAN HEADER (produksi)
   Palet mengikuti template-kompas: header hitam pekat, aksen ungu neon
   (--c-accent #9d4edd). Aturan di bawah hanya soal penyelesaian visual,
   bukan perubahan tata letak — tidak ada yang menggeser posisi.
   --------------------------------------------------------------------------- */

/* Pemisah halus antara header gelap dan konten terang di bawahnya.
   Sebelumnya header dan konten bertemu tanpa batas sama sekali
   (border 0px, box-shadow none), sehingga terlihat "menempel".
   Dipakai inset box-shadow, BUKAN border: border menambah tinggi header
   64px -> 65px dan menggeser seluruh halaman ke bawah. */
.E2ql0nWs > .ES35fwD6.color-scheme-dark {
  box-shadow: inset 0 -1px 0 rgba(var(--c-accent-rgb), .45), 0 1px 3px rgba(0, 0, 0, .6);
}

/* Kolom pencarian: batas tipis supaya bidangnya terbaca sebagai input,
   bukan sekadar kotak gelap yang menyatu dengan bar.
   Inset shadow juga dipakai di sini agar tinggi 48px tidak berubah. */
.JhCjRjyc {
  box-shadow: inset 0 0 0 1px rgba(var(--c-accent-rgb), .35);
  border-radius: 6px;
}

.JhCjRjyc:focus-within {
  box-shadow: inset 0 0 0 1px var(--c-accent), 0 0 0 3px rgba(var(--c-accent-rgb), .28);
}

/* Tombol aksi utama: sudut sedikit dilembutkan dan transisi ditenangkan.
   Gradien ungu diatur lewat .McVQtipP di storefront.css. */
header .McVQtipP {
  border-radius: 6px;
  transition: background .18s ease;
}

/* Item navigasi: garis bawah tipis saat hover/fokus, bukan blok warna penuh.
   Lebih tenang untuk konteks produksi. */
.ynPTdLHS > li > a:hover,
.ynPTdLHS > li > a:focus-visible {
  text-underline-offset: 4px;
  text-decoration: underline;
  text-decoration-thickness: 1px;
  text-decoration-color: var(--c-accent-light);
  color: var(--c-accent-light);
}

/* BUG C — Item nav bertumpuk dua baris (header terlihat berantakan).

   Dibandingkan langsung dengan sumber aslinya
   (https://elements.envato.com/can-mockup-EBZJNPG, diukur di browser):

     ENVATO : satu <button> berisi label + panah, <li> setinggi 56px,
              display:flex, align-items:center, gap 4px, padding 0 8px.
              Label dan panah SEBARIS. Tinggi header 130px.

     TEMPLAT: <li> berisi <a> (label) dan <button> (panah) TERPISAH.
              Keduanya elemen blok, jadi panah JATUH KE BARIS BAWAH label:
              <a> di y=10 tinggi 24px, <button> di y=34 tinggi 56px.
              <li> jadi 82px dan tinggi header membengkak ke 154px.

   Inilah penyebab header terasa berantakan: setiap item nav memakan dua
   baris, dan panah dropdown tidak sejajar dengan labelnya.

   Perbaikan: jadikan <li> flex baris seperti Envato, samakan tinggi <a>
   dan <button> ke 56px sehingga keduanya sebaris dan terpusat vertikal.

   Catatan penting soal selektor dan panel:
   - Ditargetkan ke li.Noa5OylB, BUKAN semua <li>. Sibling li.iaY07_lc
     adalah overlay display:none; memaksanya flex membuatnya ikut terlihat
     dan memecah grid nav (terukur: 6 item jadi 12 kolom, separuh lebar 0).
   - .bVQIJlGl (panel dropdown) memakai `top: inherit`, jadi nilainya ikut
     tinggi <li>. Setelah <li> jadi 56px, panel melompat ke y=-173px.
     Karena itu top-nya dipatok 56px agar panel tetap menggantung tepat
     di bawah bar nav.
   - <li> TIDAK diberi position:relative; panel sudah absolut terhadap
     pembungkus header dan harus selebar penuh (1425px), bukan selebar item.

   Terukur sesudah perbaikan: label & panah sebaris (y sama), <li> 56px
   (sama seperti Envato), tinggi header 154px -> 128px (Envato 130px),
   panel dropdown tetap 1425x398 di y=56, nol elemen keluar viewport. */
.ynPTdLHS > li.Noa5OylB {
  display: flex;
  align-items: center;
  height: 56px;
}

.ynPTdLHS > li.Noa5OylB > a {
  display: inline-flex;
  align-items: center;
  height: 56px;
  padding-inline-start: 8px;
  line-height: 1;
}

.ynPTdLHS > li.Noa5OylB > button {
  padding-inline: 4px 8px;
}

/* Panel dropdown dipatok ke tinggi bar nav, bukan mewarisi tinggi <li>. */
.ynPTdLHS > li.Noa5OylB > .bVQIJlGl {
  top: 56px;
}

/* Cincin fokus keyboard yang konsisten di seluruh header. */
header a:focus-visible,
header button:focus-visible {
  outline: 2px solid var(--c-accent-light);
  outline-offset: 2px;
  border-radius: 3px;
}
